Langsung ke konten utama

11 Bahaya Gadget bagi Anak, Munculnya Masalah Fisik hingga Mental

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

bahaya-gadget-doktersehat

DokterSehat.Com – Meski gadget adalah sebuah teknologi yang membawa kemudahan bagi kehidupan manusia, faktanya gadget juga bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada anak-anak. Lantas, apa bahaya gadget yang bisa terjadi pada anak?

Bahaya Gadget bagi Anak

Sebelum membahas bahaya gadget pada anak, perlu Anda ketahui bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan kecanduan game sebagai penyakit gangguan mental. Hal disebabkan karena seorang anak yang larut dalam permainan game biasanya akan lupa waktu. Selain itu, anak tidak bisa lagi mengendalikan diri karena terus adiktif untuk bermain game.

Seorang anak juga cenderung tidak ingin diganggu dengan aktivitas lain dan melupakan tugas-tugas mereka untuk belajar atau bersosialisasi dengan lingkungan sosialnya.

Berikut ini adalah beberapa bahaya gadget pada anak yang harus diketahui oleh setiap orang tua, di antaranya:

1. Membuat anak mudah lupa

Bahaya gadget bagi anak yang pertama adalah membuat anak menjadi pelupa. Meski gadget bisa membuat anak lebih tenang, namun apabila penggunaannya berlebihan hal itu bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan, khususnya bagian otak karena bisa mengganggu daya memori anak.

2. Memengaruhi kesehatan mata

Bahaya gadget bagi kesehatan berikutnya adalah memengaruhi kesehatan mata. Penggunaan gadget setiap hari bisa menyebabkan kontraksi otot cilliaris di dalam bola mata, atau yang dikenal dengan istilah akomodasi.

Akomodasi berlebihan akan merangsang timbulnya mata minus, terutama pada anak-anak yang sedang dalam tahap perkembangan.

Cahaya biru memiliki gelombang yang bisa masuk ke dalam bola mata, salah satunya retina. Oleh karenanya, paparan cahaya biru sebaiknya dikurangi sejak dini karena diduga memberikan efek buruk pada sel-sel retina untuk jangka panjang.

Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan, mata anak menyerap lebih banyak sinar biru dari layar perangkat digital, jika dibandingkan dengan orang dewasa.

3. Memengaruhi kondisi mental

Bahaya gadget berikutnya yang harus diwaspadai adalah munculnya masalah mental seperti kesepian, depresi, kecemasan dan perubahan suasana hati. Bahkan, paparan gadget secara berlebihan bisa meningkatkan autisme dan ADHD pada anak.

Seorang anak yang menghabiskan 7 jam atau lebih untuk bermain gadget memiliki emosi yang tidak stabil. Kondisi inilah yang bisa meningkatkan depresi dan kecemasan.

4. Terganggunya waktu tidur

Saat seorang anak memiliki waktu tidur yang terbatas, dampaknya adalah menurunnya kemampuan untuk fokus. Siklus tidur yang tidak baik bisa membuat anak mudah mengantuk di siang hari. Padahal, waktu tidur yang cukup sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

5. Anak lebih agresif

Gadget berisiko menimbulkan sifat agresif jika seorang anak terpapar game atau video di internet yang penuh dengan kekerasan. Sifat agresif juga bisa muncul jika orang tua ingin membatasi penggunaan gadget. Kondisi ini akan memengaruhi keterampilannya dalam berpikir dan mengendalikan emosi.

6. Menurunnya kemampuan psikomotorik

Bahaya gadget pada anak berikutnya adalah menurunnya kemampuan psikomotorik. Seorang anak yang banyak menghabiskan waktu dengan gadget tidak bisa mengeksplor seluruh bakat psikomotorik yang dimilikinya.

Padahal, sering melakukan aktivitas fisik dapat mengembangkan kemampuan otak kanannya. Selain itu, ketika anak bermain dengan teman sebayanya, ia juga akan mengasah keterampilan sosialnya.

Seorang anak yang mulai kecanduan gawai akan terbiasa mendapatkan kesenangan dengan pola satu arah. Hal ini mengakibatkannya suka bermain sendiri dengan gadgetnya dibanding bermain dengan teman-temannya.

7. Memicu obesitas

Memiliki kaitan dengan penjelasan sebelumnya, obesitas adalah dampak lanjutan dari menurunnya kemampuan psikomotorik. Saat seorang anak sudah menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget, hal itu otomatis akan membuat aktivitias fisik terbatas, di mana hal ini berisiko membuat anak kelebihan berat badan.

8. Menurunnya kemampuan kognitif

Bahaya gadget berikut ini cukup mengkhawatirkan karena bisa memengaruhi kemampuan kognitif seorang anak. Jika Anda membiarkan anak bermain gadget lebih dari 2 jam, hal itu bisa menurunkan kemampuan kognitifnya.

Kondisi ini bisa terjadi karena pada umumnya anak akan lebih senang dengan gadget daripada belajar, sehingga kemampuan akademiknya bisa menurun.

Pada akhirnya, Anda tidak boleh menganggap sepele bahaya gadget bagi anak ini, karena lama tidaknya anak bermain gadget bisa memengaruhi kemampuan otaknya dalam berpikir.

9. Membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan aktivitas baru

Seorang anak yang banyak menghabiskan waktunya di depan gadget ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengenali setiap aktivitas baru. Guna membuat suatu aktivitas lebih efisien, Anda harus membatasi penggunaan gadget pada anak.

10. Jarang berolahraga

Membiarkan anak bermain dengan gadget atau komputernya sepanjang hari membuat anak tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup. Tidak hanya baik untuk membangun otot, olahraga juga berguna untuk menjaga kesehatan otak.

Bahaya gadget ini bisa dicegah apabila Anda membiasakan anak untuk melakukan aktivitas fisik. Sebuah penelitian mengungkapkan, anak-anak yang melakukan latihan fisik secara teratur mendapatkan nilai akademik yang lebih tinggi dibanding anak yang jarang melakukan aktivitas fisik.

11. Terkena radiasi terlalu banyak

Bahaya gadget pada anak yang terakhir ini juga bisa menyerang orang dewasa karena paparan radiasi yang ditimbulkannya. Meski radiasi gadget bisa dikaitkan dengan kanker, klaim terhadap hal ini masih membutuhkan penelitian lanjutan. Meski begitu, pembatasan penggunaan gadget pada anak-anak adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan.

Oleh karena itu, batasi penggunaan gadget pada anak setidaknya 1 jam sebelum tidur. Kurangi intensitas bermain gadget dengan memperbanyak aktivitas-aktivitas di luar ruangan.

Nah, itulah beberapa bahaya gadget yang bisa terjadi pada anak. Jika Anda masih memiliki kebiasaan memberikan gadget, langkah penting agar bahaya gadget bagi anak seperti di atas tidak terjadi adalah dengan membatasi penggunannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

banner

Postingan populer dari blog ini

Top 5 Things To Do In London

 A visit to London, as with any other city, can be an experience that lasts a lifetime. As you explore this great city, take some time to explore some of the many things to see and do while there. From museums to parks to monuments, London has something for everyone. 1. Big Ben Big Ben, located at the south end of the Houses of Parliament, is the largest bell in the world. It is named after Benjamin Hall, who commissioned it to be made in 1858. The bell was completed in 1860 and weighs 14 tons. The bell can be heard from all over London, but is especially loud during parliamentary sessions when the bells ring every 15 minutes. The clock face is 12 feet in diameter and can be seen from all over London. 2. London Eye The London Eye is the tallest observation wheel in the world. The wheel is located in the River Thames between Westminster and Canary Wharf and can be seen from many parts of London. When the wheel is fully open, it reaches a height of 553 feet. It takes ab...

How to Get Traffic to Your Website

 The most important aspect of any website is the content. This is what makes it attractive and what will draw in visitors to your site. However, there is no point in having a great looking website if no one can find it! This is why search engine optimization is so important. Search engines like Google, Yahoo, Bing, etc. want to give people the best possible information they can find. So, how do you make sure that your website is found? One of the most popular ways of getting traffic to your site is through article marketing. This involves writing articles about things related to your niche or your product, submitting them to directories such as EzineArticles and Squidoo, and then distributing them throughout the internet. When someone reads an article, they have the option of clicking a link which will take them to your website. In addition, you can also submit your articles to the search engines by using the keywords from the article. The more times your article is ...

Making Homemade Recipe Book

 There is nothing more frustrating to an aspiring chef than to discover that there is no recipe book available on the market with exactly the ingredients and quantities he is looking for. Making up his own recipe is often a tedious process and can be a nightmare to get all the details right when talking about cooking ingredients and quantities. There are a number of reasons for this. The recipes published on the market are usually aimed at a particular type of audience and it is not always easy to figure out what recipes to cook for each type of consumer. Most recipe books focus on a certain style of cooking or have one recipe per section, making it very complex to go out and purchase a recipe book that will serve the entire range of tastes. Many of the popular recipes published today were developed by consultants to make them more marketable and easier to publish and sell. This often means changing the ingredients or preparation order to fit into the monthly sales...